Gus Rifqi Buka Ujian Semester Genap, Santri diminta Menjunjung Kejujuran

Persen — Pesantren Subulul Huda Persen secara resmi membuka pelaksanaan Ujian Semester Genap melalui sebuah kegiatan yang berlangsung di depan serambi masjid pada hari Ahad 14/06/2026. Pembukaan ujian tersebut dipimpin oleh Gus Rifqi dan diikuti oleh para santri, ustaz, ustazah, serta panitia ujian.

Kegiatan pembukaan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian evaluasi pembelajaran semester genap. Ujian tidak hanya dipandang sebagai kegiatan untuk mengukur kemampuan akademik santri, tetapi juga sebagai sarana melatih kedisiplinan, tanggung jawab, kesungguhan, dan kejujuran dalam menuntut ilmu.

https://www.instagram.com/p/DZlaeweAcNF/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

Dalam sambutannya, Gus Rifqi memberikan motivasi kepada seluruh santri agar menghadapi ujian dengan tenang, sungguh-sungguh, dan penuh kejujuran. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan, tetapi juga oleh usaha, doa, kedisiplinan, dan akhlak yang baik.

Gus Rifqi mengingatkan para santri agar tidak menjadikan ujian sebagai sesuatu yang menakutkan. Menurut beliau, ujian merupakan bagian dari perjalanan pendidikan yang harus dihadapi dengan persiapan dan keyakinan.

“Ujian bukan hanya untuk mengetahui siapa yang mendapatkan nilai tertinggi, tetapi juga untuk mengukur kesungguhan dan tanggung jawab dalam belajar. Kerjakan setiap soal dengan kemampuan sendiri, jaga kejujuran, dan jangan lupa berdoa,” pesan Gus Rifqi kepada para santri.

Beliau juga meminta para santri untuk menghormati guru dan pengawas selama ujian berlangsung. Sikap tertib, sopan, dan disiplin menjadi bagian penting yang harus dijaga selama mengikuti seluruh rangkaian ujian.

Salah satu pesan utama yang disampaikan dalam pembukaan ujian adalah pentingnya kejujuran. Para santri diminta untuk tidak menyontek, tidak bekerja sama dalam mengerjakan soal, serta tidak menggunakan cara-cara yang bertentangan dengan tata tertib.

Kejujuran dalam ujian dipandang sebagai bagian dari pendidikan akhlak. Nilai yang diperoleh melalui usaha sendiri akan lebih bermakna daripada nilai tinggi yang didapatkan dengan cara tidak benar.

Para santri juga diingatkan bahwa ujian merupakan kesempatan untuk mengukur kemampuan pribadi. Dengan mengerjakan secara mandiri, setiap santri dapat mengetahui materi yang telah dikuasai dan pelajaran yang masih perlu dipelajari kembali.

Dengan dibukanya Ujian Semester Genap oleh Gus Rifqi, seluruh keluarga besar Pesantren Subulul Huda Persen berharap kegiatan tersebut dapat berjalan lancar. Para santri diharapkan mampu menunjukkan hasil belajar terbaik sesuai kemampuan masing-masing.