Persen — Malam takbiran menjelang Hari Raya Idul Adha di Dusun Persen berlangsung meriah dan penuh semangat. Kegiatan takbir keliling yang dimulai dari Masjid Persen Utara dan berakhir di Masjid Pesantren Subulul Huda tersebut diikuti oleh jamaah Yasin se-Dusun Persen, takmir musala, TPQ, serta para santri.
Acara ini diselenggarakan oleh Panitia Hari Besar Islam (PHBI) bekerja sama dengan Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Dusun Persen. Selain menjadi sarana untuk menyemarakkan malam Idul Adha, kegiatan tersebut juga bertujuan mempererat ukhuwah Islamiah, meningkatkan syiar Islam, dan membangun kebersamaan antarwarga.
Sejak selepas salat Isya’, Masjid Persen Utara mulai dipadati para peserta. Masing-masing kelompok datang dengan persiapan terbaik. Mereka mengenakan pakaian yang seragam, membawa berbagai atribut bernuansa Islami, serta menyiapkan tema yang akan ditampilkan selama takbir keliling.
Para santri putri dan putra Pesantren Subulul Huda Persen juga tampak sibuk mempersiapkan barisan. Mereka memeriksa kembali atribut, merapikan pakaian, dan memastikan seluruh anggota dapat mengikuti kegiatan dengan tertib.
Sebelum pawai dimulai, panitia memberikan arahan kepada seluruh peserta agar menjaga kerapian, ketertiban, dan keselamatan. Peserta juga diimbau untuk mengikuti rute yang telah ditentukan serta menjaga suasana takbir keliling agar tetap mencerminkan nilai-nilai keislaman.
Setelah seluruh peserta siap, lantunan takbir mulai dikumandangkan dari Masjid Persen Utara. Suara “Allahu Akbar” terdengar menggema dan menghidupkan suasana malam di Dusun Persen.
Rombongan kemudian bergerak menyusuri jalan menuju Masjid Pesantren Subulul Huda. Para peserta melantunkan takbir, tahmid, dan tahlil dengan penuh semangat. Berbagai atribut dan hiasan yang dibawa membuat pawai semakin menarik perhatian warga.
Masyarakat di sepanjang jalan tampak antusias menyaksikan kegiatan tersebut. Sebagian warga berdiri di depan rumah, sementara yang lain memberikan dukungan kepada para peserta, antara lain jamaah Yasin, takmir musala, TPQ, dan santri menjadikan takbir keliling terasa semakin semarak.
Santri putri Subulul Huda menunjukkan kekompakan selama perjalanan. Mereka menjaga barisan tetap rapi, menyelaraskan suara takbir, dan menampilkan tema yang telah dipersiapkan. Meskipun harus berjalan cukup jauh, semangat mereka tetap terjaga hingga tiba di tempat finis.
Sesampainya di Masjid Pesantren Subulul Huda, seluruh peserta mengikuti rangkaian penilaian. Dewan juri menilai penampilan setiap kelompok berdasarkan tiga kriteria utama, yaitu kerapian, kekompakan, dan tema.
Kerapian meliputi keseragaman pakaian, keteraturan barisan, serta penataan atribut. Kekompakan dinilai dari keselarasan langkah, keseragaman suara takbir, dan kerja sama selama mengikuti pawai. Sementara itu, tema dinilai berdasarkan kreativitas, kesesuaian dengan semangat Idul Adha, serta pesan keislaman yang disampaikan.
Persaingan berlangsung dengan meriah, tetapi tetap dalam suasana persaudaraan. Setiap kelompok berusaha memberikan penampilan terbaik tanpa menghilangkan tujuan utama kegiatan, yaitu mengumandangkan takbir dan mempererat silaturahmi antarwarga.
Setelah seluruh peserta selesai dinilai, tiba saatnya pengumuman pemenang. Para peserta berkumpul dengan penuh rasa ingin tahu. Ketika nama santri putri Pesantren Subulul Huda Persen diumumkan sebagai juara kedua, suasana langsung dipenuhi kegembiraan.
Para santri putri menyambut hasil tersebut dengan rasa syukur. Mereka saling mengucapkan selamat dan berterima kasih kepada para pengasuh, ustazah, panitia, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan.
Dalam perlombaan tersebut, panitia menyediakan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama memperoleh hadiah berupa seekor kambing, sedangkan juara kedua mendapatkan uang tunai sebesar Rp500.000. Adapun juara ketiga memperoleh uang tunai sebesar Rp300.000.
Hadiah tersebut menjadi bentuk apresiasi atas semangat, kreativitas, dan usaha seluruh peserta dalam menyemarakkan malam Idul Adha. Meskipun tidak semua kelompok menjadi juara, setiap peserta tetap mendapatkan pengalaman berharga dan turut berkontribusi dalam kegiatan keagamaan di Dusun Persen.

