Khutbah Idul Adha; Memaknai Hakekat Korban

Pelaksanaan sholat idul adha di masjid pondok pesantren Subulul Huda pagi 10/7/2022 tadi diikuti ratusan jamaah baik santri maupun masyarakat sekitar pesantren. Meski sedikit diguyur hujan tidak mengurangi antusias masyarakat datang untuk sholat yang hanya setahun sekali itu. 

Bertindak sebagai imam KH A Romli dan Khutbah KH Amin Thohari. Dalam khutbahnya kiyai amin menjelaskan panjang lebar tengan makna dari korban dan hikmah dibalik disembelihnya Ismail oleh ayahnya Ibrahim. Beliau menggaris bawahi bahwa hanya orang yang ikhlas dan yakinlah yang mampu menembus rintangan apapun kalau itu perintah tuhan. Jika tidak, mana ada orang tua yang dengan keridhdoannya dan keihlasannya mengorbankan anaknya untuk disembelih. Dari sinilah keihlasan dan perintah tuhan sangat dimulyakan dari lainnya. Apalagi posisi Ibrahim yang kala itu kesulitan untuk mendapatkan keturunan, lalu diberi keturunan tentu saja bagi orang biasa-biasa enggan untuk mengamini perintah tuhan.

 

 

Oleh karena itu, masih menurut khutbahnya bahwa keihlasan dan tanpa pamrih dalam berkorban adalah kunci untuk mendapatkan ridho tuhan. Berkorban bukan karena orang lain atau ingin mendapatkan sesuatu hal yang saat ini sedang viral di tengah-tengah era global adalah yang dianggap biasa saja.

Dan alhamdulilah hasil amal jariyah atau komplongan dalam pelaksanaan sholat idul adha tahun ini mendapatkan uang sebesar 3 juta 2 ratus rupiyah dan ditambah pula hasil uang fatihahan yang tulisan ini dimuat sedang dihitung jumlahnya.